Belajar Akuntansi [ Transaksi, Jurnal, Buku Besar ]

Download materi pembuatan jurnal dan buku besar disini :

Belajar Akuntansi [ Rekening ]

Lampiran :
REKENING
Sumber/ Referensi :
Pengantar Akuntansi 1 – Haryono Yusuf
Pengantar  Akuntansi 1 – Slamet Sugiri
A. PENGERTIAN
Rekening adalah suatu alat untuk mencatat transaksi-transaksi keuangan yang bersangkutan dengan aktiva, kewajiban, modal, pendapatan dan biaya.
Tujuan pemakaian rekening adalah untuk mencatat data yang akan menjadi dasar penyusunan laporan keuangan. Jumlah rekening yang perlu diadakan dalam pembukuan suatu perusahaan tergantung kepada kebutuhan. Kumpulan rekening yang digunakan dalam pembukuan suatu perusahaan disebut Buku Besar atau General Ledger.
B. PENGGOLONGAN REKENING
Rekening dibagi menjadi 2 yaitu :
1. Rekening-Rekening Neraca (Rekening Riil/ Permanen), yaitu rekening-rekening aktiva, hutang dan modal.
2. Rekening-Rekening Laba Rugi (Rekening Nominal/ Temporer), yaitu rekening-rekening pendapatan, biaya dan prive.
C. BAGAN REKENING
NO.
KEL. DASAR
KEL. TERJABAR
RUPA-RUPA REKENING
1.
AKTIVA
AKTIVA LANCAR
Kas
Surat-Surat Berharga
Piutang Usaha
Piutang Wesel
Persediaan
Pos Transitoris Aktif
Pos Antisipasi Aktif
INVESTASI JK PJG
Investasi Pada Saham
Investasi Pada Obligasi
AKT TETAP BERWUJUD
Tanah
Bangunan
Mesin-Mesin
Kendaraan
Alat-Alat Perkantoran
AKT TETAP TDK BERWUJUD
Goodwill
Hak Paten
Merk Dagang
NO.
KEL. DASAR
KEL. TERJABAR
RUPA-RUPA REKENING
AKTIVA LAIN-LAIN
Gedung Dalam Pembangunan
Mesin Yang Tidak Digunakan
2.
HUTANG
HUTANG LANCAR
Hutang Usaha
Hutang Bank
Hutang Pajak
Pos Transitoris Pasif
Pos Antisipasi Pasif
HUTANG JGK PANJANG
Hutang Hipotik
Hutang Obligasi
Hutang Bank Jangka Panjang
3.
PENDAPATAN
PENDAPATAN USAHA
Penjualan
Pendapatan Jasa
PENDAP. DI LUAR USAHA
Pendapatan Bunga
Pendapatan Dividen
4.
BIAYA
BIAYA USAHA
Harga Pokok Penjualan
Biaya Administrasi
Biaya Penjualan
BIAYA DI LUAR USAHA
Biaya Bunga
5.
MODAL
MODAL DISETOR
Modal Pemilik
Modal Saham Biasa
Agio Modal Saham Biasa
LABA DITAHAN
Laba Ditahan
6.
PRIVE
PRIVE
Prive
1. AKTIVA
Aktiva adalah harta atau kekayaan perusahaan. Aktiva juga berarti sumber-sumber ekonomik yang dikuasai oleh perusahaan dan masih memberikan kemanfaatan di masa yang akan datang.
Aktiva Lancar meliputi kas dan sumber-sumber ekonomik lainnya yang dapat dicairkan menjadi kas, dijual atau habis dipakai dalam rentang waktu satu tahun.
Kas adalah uang tunai (uang kertas dan uang logam) dan alat-alat pembayaran lainnya yang dapat disamakan dengan uang tunai.
Surat-Surat Berharga adalah penanaman uang kas yang sementara menganggur pada surat-surat berharga yang dikeluarkan oleh perusahaan lain. Contoh : Investasi Jangka Pendek pada Saham dan Obligasi.
Piutang Usaha adalah tagihan kepada pihak luar yang timbul dari aktivitas penjualan barang atau penyerahan jasa secara kredit. Di samping Piutang Usaha, ada jenis piutang yang timbul bukan dari kegiatan usaha. Piutang demikian termasuk Piutang Lain-Lain. Contohnya Piutang kepada karyawan.
Piutang Wesel adalah piutang yang dilengkapai dengan dokumen tertulis secara formal.
Persediaan adalah barang-barang yang dimiliki oleh perusahaan, yang akan dijual kembali atau akan diproses lebih lanjut. Contoh : Persediaan Bahan Habis Pakai, Persediaan Bahan Baku, Persediaan Barang Dalam Proses, Persediaan Barang Jadi, Persediaan Barang Dagang.
Pos Transitoris Aktif adalah pengeluaran kas oleh perusahaan yang belum saatnya diakui sebagai biaya. Contoh : Perskot Sewa (Biaya Sewa Dibayar Dimuka), Perskot Asuransi.
Pos Antisipasi Aktif adalah pendapatan-pendapatan yang sudah menjadi hak perusahaan tetapi belum diterima kasnya. Transaksi ini dikenal dengan nama Pendapatan Yang Masih Akan Diterima atau Piutang Pendapatan.
Investasi Jangka Panjang adalah penanaman kas di luar perusahaan dalam jangka panjang dengan maksud untuk menguasai perusahaan lain, atau memperoleh pendapatan tetap. Misalnya : Investasi Jangka Panjang pada Saham dan Obligasi, Investasi dalam tanah yang dimaksudkan untuk mendapat kenaikan nilai jualnya.
Aktiva Tetap Berwujud adalah sumber-sumber ekonomik yang berwujud yang perolehannya sudah dalam kondisi siap untuk dipakai atau dengan membangun lebih dahulu. Aktiva Tetap juga dapat diartikan aktiva yang dimiliki oleh perusahaan, digunakan dalam operasi normal perusahaan, mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun dan tidak dimaksudkan untuk dijual.
Tanah adalah bagian dari bumi yang dikuasai  perusahaan dan digunakan  dalam kaitannya dengan pelaksanaan kegiatan normal perusahaan.
Gedung atau Bangunan adalah bangunan-bangunan yang dikuasai oleh perusahaan yang penggunaannya berkaitan dengan kegiatan normal perusahaan.
Mesin-Mesin adalah segenap alat yang digunakan dalam pengolahan barang yang berkaitan dengan kegiatan normal perusahaan.
Kendaraan adalah segala alat transportasi yang dikuasai perusahaan dan digunakan dalam rangka kegiatan normal perusahaan, sebagai pengangkut barang atau karyawan.
Alat-Alat Perkantoran meliputi perangkat, perabot dan perkakas perkantoran yang dikuasai perusahaan dan digunakan dalam kaitannya dengan kegiatan normal perusahaan.
Aktiva Tetap Tidak Berwujud mencerminkan hak-hak istimewa atau kondisi yang menguntungkan perusahaan dalam mencapai pendapatan. Aktiva Tetap Tidak Berwujud dapat diperoleh dengan membeli dari pihak luar atau mengembangkannya sendiri.
Hak Paten merupakan contoh Aktiva Tetap Tidak Berwujud dan dapat dibeli dari pihak luar ataupun dengan mengembangkan sendiri oleh perusahaan. Sedangkan Goodwill yang melekat pada kedirian perusahaan merupakan pengakuan dari pihak luar. Perusahaan mencatat Goodwill jika ia membeli perusahaan lain dengan harga di atas jumlah harga pasar aktiva bersih dari perusahaan yang dibelinya.
Aktiva Lain-Lain adalah aktiva-aktiva yang tidak dapat dikelompokkan ke dalam aktiva lancar, aktiva jangka panjang, aktiva tetap berwujud dan aktiva tetap tidak berwujud.
2. PASIVA
Pasiva adalah sumber dari mana kekayaan perusahaan diperoleh.
Hutang adalah klaim atau hak para kreditur terhadap harta perusahaan.
Hutang Lancar adalah kelompok hutang yang akan dilunasi dalam rentang waktu kurang dari satu tahun.
Hutang Bank adalah pinjaman yang ditarik perusahaan dari bank.
Hutang Pajak adalah kewajiban-kewajiban fiskal yang sudah menjadi beban perusahaan tetapi belum dilunasi.
Pos Transitoris Pasif yaitu penerimaan kas oleh perusahaan yang belum saatnya diakui sebagai penghasilan. Contoh : Pendapatan Diterima Di Muka atau Hutang Pendapatan.
Pos Antisipasi Pasif yaitu biaya yang sudah diakui oleh perusahaan tetapi belum dikeluarkan kasnya. Contoh : Perusahaan menyewa kendaraan pihak lain, tetapi belum membayar. Contoh lain : Hutang Gaji Karyawan.
Hutang Jangka Panjang adalah hutang yang pelunasannya meliputi rentang waktu lebih dari satu tahun.
Hutang Hipotik adalah hutang jangka panjang yang dijamin dengan sejumlah aktiva tetap, biasanya real estate.
Hutang Obligasi adalah hutang kepada masyarakat dengan menerbitkan surat obligasi, yaitu kesanggupan untuk membayar sejumlah uang sebagaimana tercantum dalam surat hutang tersebut, pada saat jatuh tempo ditentukan.
Hutang Bank Jangka Panjang menunjukkan pinjaman dari bank yang saat jatuh temponya lebih dari satu tahun.
Pendapatan adalah tiap-tiap tambahan aktiva atau pengurangan kewajiban yang timbul karena usaha perusahaan, baik berupa penyerahan jasa-jasa maupun penjualan barang.
Biaya adalah semua pengorbanan ekonomik yang dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan.
Modal Pemilik adalah sisa hak pemilik atas aktiva di dalam perusahaan setelah dkurangi dengan segenap hutang-hutang perusahaan.
Prive adalah pengambilan aktiva perusahaan oleh pemilik untuk membelanjai kepentingan pribadinya.
D. BENTUK REKENING
NAMA REKENING
Sisi Kiri (Debit)
Sisi Kanan (Kredit)
Bentuk Rekening T Sederhana
Bentuk Rekening T secara lengkap
                                                     NAMA REKENING
                                                                                                     No. Rekening  :
Tanggal
Keterangan
F
Jumlah
Tanggal
Keterangan
F
Jumlah
Sisi Debet
Sisi Kredit
Tulisan kolom “F (Folio)” kadang-kadang ada yang menuliskannya Ref. Nantinya apabila posting telah dilakukan, maka nomor halaman jurnal harus dituliskan dalam kolom F (Folio) di rekening.
Selain format T, ada juga format rekening yang lain (sering disebut Rekening Saldo Berjalan) sbb :
                                                    NAMA REKENING
                                                                                              No. Rekening   :
Tanggal
Keterangan
F
Debit
Kredit
Saldo
Debit
Kredit
                                                    NAMA REKENING
                                                                                              No. Rekening   :
Tanggal
Keterangan
F
Debit
Kredit
Saldo
D/K
E. KODE REKENING
Apabila rekening yang terdapat dalam buku besar cukup banyak jumlahnya, maka rekening biasanya diberi kode berupa nomor. Nama-nama rekening beserta nomor kodenya disusun dalam suatu daftar yang disebut daftar kode rekening (bagan rekening) atau chart of accounts”. Salah satu cara pemberian nomor kode rekening dapat dilihat dalam contoh di bawah ini :
NOMOR REKENING PERUSAHAAN ANGKASA
KEL. DASAR
REKENING
NOMOR
100 – 199
AKTIVA
Kas
100
Surat-Surat Berharga
110
Piutang Usaha
120
Bahan Habis Pakai
130
Investasi Jangka Panjang
150
Tanah
160
Gedung
165
Perangkat Kerja
170
Perangkat Kantor
175
Goodwill
180
200 – 249
HUTANG
Hutang Usaha
200
Hutang Wesel
210
Hutang Bank
220
250 – 299
MODAL
Modal Tn Doni
250
Prive Tn Doni
290
300 -399
PENDAPATAN
Pendapata Jasa Angkutan
300
Pendapata Jasa Giro
330
Pendapatan Bunga
360
400 –  499
BIAYA
Biaya Sewa
400
Biaya Bunga
420
Biaya Iklan
440
Biaya Gaji & Upah Karyawan
460
Biaya Air, Listrik & Telpon
480
 Sumber : http://si-racil.blogspot.com/2010/12/rekening-akuntansi-dasar.html

Rahasia Kesuksesan Mark Zuckerberg Sang Pendiri Facebook

Mark Zuckerberg mengguncang dunia setelah mendirikan Facebook pada tahun 2004. Facebook tak hanya mengubah cara orang berkomunikasi tetapi juga membuat pendirinya kaya raya. Apa rahasia sukses Mark Zuckerberg, sang pendiri Facebook?

Ada sejumlah kunci suksesnya yang ditelaah oleh para ahli pengembangan bisnis, 7 di antara adalah sebagai berikut:

1.Mimpi.

Facebook didirikan bukan secara kebetulan. Zuckerberg merancangnya mulai dari mimpi. “Kami membangun sesuatu yang kami pikir bagus. Kami ingin membantu orang berbagi foto, video, dan berbagi pesan satu sama lain,” ujarnya.

2. Berpikir Besar

Meski awalnya “proyek” kampus, Zuckerberg, berpikir bahwa dengan Facebook cara berkomunikasi orang akan berubah. “Dengan memberi orang kekuatan untuk berbagi, kami membuat dunia lebih transparan,” ujarnya.

3. Mulailah dari Kecil

Beruntunglah di zaman teknologi informasi ini karena suatu usaha bisa dimulai dari ukuran kecil tanpa kehilangan gema besarnya. Tak perlu menunggu modal besar untuk memulainya. Bisnis sukses seperti yang dilakukan Bill Gates (Microsoft) dan Steve Jobs (Apple) dimulainya juga dari kecil (garasi rumah). Begitu juga dengan Mark Zuckerberg yang mulai membangun Facebook dari kamarnya yang kecil.

4. Percaya pada Diri Sendiri

Memulai bisnis tentu bukan pekerjaan mudah. Namun bekal pengetahuan dan kemampuan bisa mempermudahnya. Percaya pada kemampuan diri sendiri menjadi hal paling penting. “Saya memulai bisnis website ketika masih 19 tahun. Saya tak tahu apa-apa soal bisnis. Tetapi kunci simpelnya adalah, jika kita memulainya dari sesuatu yang lebih mudah, kita pasti bisa membuat suatu progress (kemajuan),” katanya. Jadi mulailah dari hal yang paling mudah, jangan tinggal diam.

5. Ikuti Gairah

Pekerjaan apa yang membuat kita bergairah? Di situlah bakal sukses kita berada. Zuckerberg begitu menyukai duduk berlama-lama di depan komputer sejak anak-anak untuk membuat suatu program. Gairah itu ia pelihara hingga kuliah. Kendatipun ia drop-out, bukan berarti gairahnya berkurang. Justru ia makin tertantang hingga lahirlah Facebook.

6.Tekun dan Fokus

Fokuslah pada impian kita dan tekunlah mengerjakannya. Jangan cepat menyerah karena tak ada sukses yang didapat dengan mudah, termasuk prestasi ajaib yang diraih Zuckerberg dalam membangun Facebook. “Orang berpikir bahwa kami membangunnya seperti fiksi. Padahal kami harus bekerja keras. Kami duduk di depan komputer selama enam tahun untuk membuat kode,” katanya.

7. Tak Perlu Takut Menghadapi Para Raksasa

Zuckerberg memulai Facebook dengan impian website itu akan jadi jantung industri internet. Padahal saat itu sudah ada raksasa yang sulit digoyahkan, yaitu Google. Namun selalu ada jalan baru, model baru, atau peluang baru yang belum digarap pihak lain. Karena itu tak perlu takut memulai hal yang baru dan bersaing menghadapi raksasa. Selama kita yakin apa yang dilakukan adalah sesuatu hal baru dan potensial menjadi raksasa, tak perlu takut memulainya. Keberanian adalah modal utama orang-orang sukses. Buktinya, meski sudah ada raksasan, Facebook tumbuh menjadi raksasa baru.

Nah, seperti apa impian Anda? Mulailah dari kecil, tekun menggarapnya, tetap jaga gairahnya, dan jangan takut bersaing. Sukses berada di depan kita. (Foto: Famouswhy.com)

 

Sumber : http://andriewongso.com/artikel/entrepreneur_corner/4774/7_Rahasia_Sukses_Pendiri_Facebook/

Menjual Tanpa Penolakan

Tehnik ini sangat bermanfaat untuk membantu siapapun dalam menjual apapun kepada siapapun …

Intinya kita akan memasukan afirmasi atau sugesti kedalam pikiran pelanggan kita agar terjadi kontak dengan apa yang kita pikirkan dan kita inginkan.

Beberapa hal yang harus diingat adalah ….

1. Gunakan pertanyaan / percakapan yang “memaksa” pelanggan Anda memberi jawaban “YA” yang Anda inginkan, contohnya ….

a. Belanja untuk keperluan lebaran ya bu ? (kalau menjelang lebaran)

b.Anaknya 2 (dua) ya pak ? (kalau kebetulan Bapak tersebut membawa kedua anaknya)

c.Cari koleksi terbaru ya ci/ko/mbak/mas ? (semua orang belanja juga pasti cari yang paling baru)

Catatan : perhatikan , saya selalu menggunakan kata “ya” pada ketiga pertanyaan diatas

2. Setiap kali  Anda memasukan sugesti/afirmasi “YA” ini, Anda perlu menganggukan kepala Anda sebagai tanda yang “memperkuat” keinginan Anda untuk mendapat persetujuan dari pelanggan

3. Berikan “kepastian pilihan” untuk membeli …, contohnya :

a. Bapak suka yang silver atau yang hitam ? (Misal Anda salesman mobil, dan perhatian pelanggan lebih fokus pada kendaraan yang warnanya silver atau hitam misalnya)

b. Ibu lebih suka membayar tunai atau dengan kartu debet ? (Misalkan Anda lebih menyukai transaksi tunai)

c. Kakak mau ambil 3 (tiga) atau 4 (empat) ? (Misalkan Anda berharap pembeli tidak membeli hanya 1 saja)

Sumber : http://stantutorial.wordpress.com

Bisnis Menyasar Ceruk Pasar, Kecil Tapi Menguntungkan

1 relung yg masuk ke dinding (tembok, tanah, dsb); lekuk, lubang; 2 lombong (dl tambang); 3 gua (di gunung); 4 ruang berpetak-petak (di lemari dsb); 5 sudut (pojok) di dapur (kamar, rumah, dsb); 6 lekuk (di geladak kapal dsb); 7 rongga (sela-sela dl timbunan barang dsb); 8 serokan; teluk kecil; 9 sudut jalan; jalan kecil (simpangan dsb); merupakan beberap pengetian yang ditemukan dalam kamus ketika mencari arti dari ceruk. Dalam pasar yang umum dan laten sekecil peluang yang ada pasti terdapat ceruk yang tidak tersentuh oleh produk-produk yang beredar di pasar tersebut. Banyak alasan yang muncul kenapa perusahaan tidka menggarap peluang yang ada pada niche market yang ada, bisa karena memang perusahaan dengan niat dan sadar tidak ingin menggarap ceruk yang ada karena alasan keuntungan yang diterima atau karena memang perusahaan belum bisa membuat proyeksi yang tepat mengenai produk yang tepat dalam covering seluruh area pasar yang ada termasuk ceruk pasar yang tersedia.

Tetapi ada perusahaan yang selalu berusaha untuk menutup semua peluang pasar yang ada dengan menghasilkan produk yang sama dengan varian berbeda-beda sehingga diharapkan agar produk yang dihasilkan tersebut akan memenuhi seluruh kebutuhan pasar yang ada, selain juga menutup semua kemungkinan muncul pesaing baru seperti yang dilakukan oleh Unilever dengan dua produk pasta gigi yang saling ‘berkelahi’ dalam memperebutkan pasar yang ada. Ceruk pasar sendiri secara umum tidak terlalu besar omset yang mungkin akan dihasilkan oleh perusahaan jika dibandingkan dengan hasil yang diperoleh oleh perusahaan jika menggarap pasar yang umum selain karena biaya yang dikeluarkan akan lebih umum dan minim. Tetapi salah satu keuntungan yang dimiliki oleh ceruk pasar adalah bahwa karena bersifat unik dan agak tersembunyi sehingga jumlah pemain yang mengolah ceruk ini tidak banyak bahwa tidak ada, sehingga jika perusahaan berhasil menemukan celah ini dan mengolah dengan baik dan tepat maka bisa dikatakan perusahaan tersebut akan memanfaatkan seluruh potensi keuntungan dalam ceruk itu tanpa ada gangguan dari pesaing lain yang mungkin akan cenderung ‘ignore‘ dengan peluang ini.

Ada sebuah kondisi yang cukup ‘unik’ yang dapat dilihat bagaimana Telkomsel dengan dua produk kartu provider yang secara jelas menutup dan mengkover dua segmen yang masing-masing memiliki karakteristik berbeda, salah produk lebih condong ke menengah keatas yang tercermin dengan harga serta yang satu lebih menyasar konsumen yang menengah kebawah, yang menjadi ‘keunikan’ disini adalah  potensi yang digarap dalam pasar layanan provider ini sangat besar dan luas sehingga banyak pemain yang juga menerapkan strategi yang sama sebagai contoh Indosat dengan dua produk  atau juga kedua perusahaan tersebut yang sama meluncurkan produk layanan broadband internet atau juga layanan provider khusus untuk CDMA oleh salah satu BUMN Indonesia yang juga memiliki banyak pesaing. Pasar ini sangat unik karena jumlah potensi yang bahkan belum ter-cover cukup besar dan karena potensi ini sehingga setiap langkah yang dilakukan oleh pesaing untuk menjangkau setiap titik peluang pasar meskipun akan memakan biaya yang cukup pihak pesaing akan dengan senang mengikuti langkah pesaing tersebut.

Berbeda ketika berbicara ceruk yang digarap oleh Produk Bebas Gula Tropicana Slim yang secara jelas dan baik sekali menggarap peluang yang ada, baik dengan inovasi produk yang baik hingga marketing yang tepat sasaran, selain menyasar para pengguna yang khusus tidak menggunakan gula umum, produk ini juga mulai melebarkan sayap dan mengedukasi konsumen yang lain untuk menggunakan produk ini agar ‘sehat. Hal ini merupakan langkah yang sangat tepat dan berada di jalur yang cukup baik jika benar-benar dikembangkan dengan baik, karena dari keuntungan produk ini sudah memiliki pasar yang bisa dikatakan loyal (salah satu karena jumlah pesaing yang bermain sedikit) dan jika dikelola dengan baik dengan teknik pemasaran yang gencar dan tepat sasaran maka peluang untuk menguasai bahwa mengambil pasar Gula umum akan bisa tercapai. Mengingat kebutuhan konsumen yang sangat tinggi akan kesehatan Mereka maka hal ini menjadi jalan masuk yang sangat bebas hambatan kembali jika dikelola dengan baik.

Tentu saja inovasi menjadi kata kunci serta kejelian pihak yang bertanggung jawab dalam marketing, bukan hanya dalam memasarkan dan mempromosikan produk ini tetapi juga dalam memmbaca apa yang diinginkan oleh  konsumen, keinginan untuk menjaga kesehatan dengan tetap menikmati banyak kenikmatan seperti produk yang umum merupakan hal ini bisa dimasuki dan didalami oleh perusahaan produsen Tropicana Slim, hasil kerja sama yang baik antara marketing dengan bagian produksi ini menggarap peluang ini merupakan hal yang sangat baik, seperti menghasilkan produk bebas gula rendah kalori dengan bentuk cair khusus untuk produk kue atau inovasi pada bentuk dan lain-lain, tetapi jika dilihat keuntungan yang didapat dari produk bebas gula ini semakin besar dan menjanjikan maka bisa dijamin para pesaing lain juga akan masuk ke dalam ceruk pasar ini.

Ceruk yang tepat akan terus ada dan bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama dan sulit untuk berubah, kecuali jika memang secara general perilaku Manusia di dunia secara berubah maka bentuk dan kategori yang digolongkan dengan ceruk juga akan berubah sehingga ceruk ini merupakan jaminan pasar yang tidak akan berubah secara drastis keinginan yang mungkin muncul seperti pasar laten yang ada. Hal ini yang membuat ceruk pasar yang meskipun secara keuntungan lebih sedikit dibandingkan keutnungan jika bergerak di pasar umum secara rata-rata tetapi memiliki konsumen yang cenderung loyal sehingga hal ini membuat ceruk ini sangat menarik untuk digarap. Salah satu aplikasi sederhana yang diambil oleh UKM kecil membuka kebun yang bersatu dengan alam dimana tanaman yang ada didalam kebun tersebut memiliki aroma terapi yang sekaligus menyembuhkan serta dibuat secara khusus untuk spesifik untuk sakit tertentu dimana dalam kebun ini juga dapat menyediakan obat-obatan alami untuk para pengunjung. Intinya ide-ide unik yang ada dikepala jangan dianggap remeh dan dihalangi untuk muncul tetapi coba dikaitkan dengan semua peluang yang ada, karena siapa sangka bisa menjangkau ceruk pasar yang baru dan menjanjikan.

Sumber : http://marketing.co.id


Tag